Omzet Jual Pohon Tabebuya Kuning Turun

Omzet Jual Pohon Tabebuya Kuning Turun

Omzet Jual Pohon Tabebuya Kuning Turun

Musim penghujan membuat para petani yang jual bibit dan pohon tabebuya ping dan kuning  di Kabupaten Blitar resah. Pasalnya omzet mereka turun drastis hingga 50 persen. Hal itu disebabkan bibit dan pohonsi tabebuya yang menurun akibat terkendala cuaca di dalam proses pembibitan. Sentra pembibitan tabebuya di Dusun Precet Desa Plumpungrejo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar terlihat sepi. Sentra pembibitan ini mengeluhkan kondisi cuaca yang saat ini mengalami kendala cuaca yang cenderung tidak menentu. Pembibitan pohon tabebuya masyarakat kelas bawah dengan mayoritas pekerjanya kaum hawa itu, hanya segelintir petani yang jual bibit dan pohon tabebuya ping dan kuning saja yang masih tetap eksis untuk tetap membuat atau sekedar memoles bentuk yang nantinya akan dijadikan sebuah bibit dan pohon tabebuya.

Kondisi itu di pengaruhi musim penghujan yang kini mulai mengguyur area Kabupaten Blitar. Kendati permintaan bibit dan pohon tabebuya di pasaran mulai meningkat, namun bibit dan pohon ini menurun drastis. Jika sebelumnya waktu musim kemarau bisa membibit dan pohon sekitar 40 hingga 60 buah jenis tabebuya, dimusim penghujan kali ini sejumlah petani yang jual bibit dan pohon tabebuya ping dan kuning hanya mampu menghasilkan sekitar 20 atau 30 buah saja. Saat ini susah kalau  musim hujan. Padahal permintaan naik namun lantaran cuaca tak menentu jumlah bibit dan pohon bisa saja menurun. Jauharotin mengatakan penurunan bibit dan pohon tabebuya ini di barengi dengan turunnya omzet pendapatan hampir 50 persen. Biasanya, perhari bisa mendapatkan uang Rp 50 juta. Namun kini hanya Rp 20 juta saja menurutnya sudah untung. Penurunan bibit dan pohon tabebuya ini sangat berdampak sekali terhadap penghidupan mereka. Pasalnya pekerjaan tabebuya ini mampu menghidupi keluarga mereka dan satu-satunya jadi penopang hidup. Selain itu, hasil tabebuya asli daerah dari Kabupaten Blitar ini banyak di minati pembeli dari daerah sendiri juga di minati dari daerah luar, bahkan sudah merambah hingga ke luar negeri.

Hal senada juga diungkapkan Sutilah salah satu petani yang jual bibit dan pohon tabebuya ping dan kuning setempat. Jika memasuki musim kemarau membawa berkah tersendiri bagi petani tabebuya.Omzet pendapatan mereka meningkat drastis hingga 50 persen di banding hari biasanya. Jika sebelumnya hari-hari biasa hanya bisa membibit dan pohon 10 buah jenis tabebuya, namun jika dimusim kemarau bibit dan pohon tabebuya mampu menghasilkan sekitar 20 buah hingga 30 buah. Dia menambahkan, para petani yang jual bibit dan pohon tabebuya ping dan kuning mengaku musim kemarau ini sangat membantu dalam proses pembibitan. Karena saat proses pembibitan sinar-terik mataharai sangat diperlukan. Selain itu adanya peningkatan bibit dan pohon tabebuya tersebut juga di barengi dengan naiknya omzet pendapatan sekitar 50 persen.

Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *