Taman Sari, Situs Taman Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat

Taman Sari

Taman Sari adalah sebuah destinasi wisata bersejarah di Jalan Ngasem, Yogyakarta. Tempat ini sebenarnya merupakan taman pemandian Sultan Yogyakarta beserta keluarga. Lokasi tepatnya berada dua kilometer sebelah selatan Keraton Yogyakarta. Keraton Jogja termasuk Taman Sari telah didaftarkan menjadi Situs Warisan Dunia sejak tahun 1995.

Taman Sari dibangun pada pertengahan abad kedelapan belas. Kastil berarsitektur tradisional Jawa ini mempunyai banyak fungsi. Selain sebagai tempat peristirahatan, Taman Sari dijadikan tempat pelatihan, tempat bermeditasi, tempat pertahanan serangan musuh, hingga tempat bersembunyi dari musuh.

Taman ini pernah beberapa kali rusak sebelum dapat benar-benar direstorasi tahun 1970-an. Kerusakan pertama terjadi saat Jogja diserang Inggris pada tahun 1812. Kemudian, keadaan taman tambah tidak pernah diurus saat Hamengku Buwono I wafat karena sulitnya merawat pipa hidrolik pengelola air. Lalu, wilayah taman tidak terurus dan bangunan rusak saat Perang Jawa tahun 1825-1830. Taman ini benar-benar tidak bisa berfungsi tahun 1867 saat bencana gempa bumi. Kondisi Taman Sari yang demikian sempat dimanfaatkan gelandangan untuk bermukim di sekitar situs.

Nama Taman Sari dapat diartikan secara harfiah menjadi “taman indah yang dipenuhi bunga”. Nama ini berasal dari bahasa Jawa. Taman Sari juga disebut sebagai kastil air karena taman ini terletak di sebuah cekungan yang jika dipenuhi air akan terendam seluruhnya kecuali struktur-struktur bangunan yang tinggi.

Sebuah danau buatan bernama Segaran mengelilingi Taman Sari. Semerbak harum bunga bisa tercium di lingkungan ini karena banyaknya bunga yang ditanam di wilayah tersebut.

Ada empat area di Taman Sari. Danau buatan dan paviliun terletak di sebelah barat, kompleks pemandian di baginan tengah, kompleks paviliun dan kolam di sebelah selatan, serta danau kecil di sebelah timur. Sekarang ini, hanya kompleks pemandian utama yang berada di tengah-tengah yang masih terawat. Area lainnya kini sebagian besar menjadi permukiman Kampung Taman.

Kolam Taman Sari dulunya hanya boleh dimasuki oleh Sultan dan keluarganya. Ada tiga kolam yaitu Umbul Kawitan, Umbul Pamuncar, dan Umbul Panguras. Umbul Kawitan merupakan kolam untuk pangeran dan putri raja, Umbul Pamuncar untuk permaisuri Sultan, dan Umbul Panguras untuk Sultan.

Sebuah tempat yang dinamakan Gapura Panggung menjadi tempat Sultan untuk melihat pemandangan Taman Sari dari atas. Di sinilah, para musisi kerajaan biasa memainkan instrumen musik mereka pada sebuah panggung kecil. Di panggung itu, kadang juga ada penari kerajaan yang mempertontonkan kelihaiannya menari.

Taman Sari

Lokasi lain yang menarik adalah Gapura Agung. Gapura ini dihiasi ornamen berbentuk bunga dan sayap burung. Sebelah selatan Gapura Agung digunakan sebagai tempat meditasi Sultan sebelum berangkat berperang. Lokasi tersebut juga merupakan tempat penyimpanan senjata. Lapangan yang ada biasa digunakan para prajurit untuk berlatih.

Bangunan tertinggi di kompleks Taman Sari adalah Gedung Kenongo. Di sanalah, Sultan dan keluarganya makan. Tempat tertinggi di Taman Sari itu juga merupakan spot terbaik untuk menyaksikan matahari terbenam.

Artikel Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *